Minggu, 06 Januari 2013

Belajar untuk bermartabat


Pagi ini tanggal 6 januari 2013, saya membaca berita di Kompas news yang ditulis oleh Kontributor Surabaya, Achmad Faizal, Jumat, 4 Januari 2013 , yaitu tentang pelecehan terhadap perempuan dikira mau dijambret tapi malah dilecehkan, kemungkinan besar penjahat tersebut bukan melirik harta gadis itu tapi auratnya yang dipampang, sehingga dengan mudah orang melihatnya bahkan melecehkannya, anggap saja khusus hari ini saya adalah lelaki yang membela kaum saya, mengapa kita disalahkan sedangkan tak ada asap jika tak ada api, tak ada pelecehan jika tak ada aurat yang disajikan. Saya sangat menyayangkan hal ini, meski saya tau pasti bukan saya yang seharusnya berkata ini karena saya bukan guru, dosen, alim ulama, tokoh agama, atau mentri pemberdayaan wanita, saya Cuma Mahasiswa yang baru menginjak semester 4, saya juga bukan pemakai hijab besar dan golongan dari organisasi dakwah atau pembela Islam, hanya terpanggil hati saya untuk menulis ini agar saya, kamu, dia dan kita lebih bisa menjaga martabat dari kaum kita yang subhanallah luar biasa tingginya, jika Agama kita mengajarkan untuk bermartabat dengan tahta kaun kita sebagai wanita kenapa kita tak menjaganya?, hijab atau menutup aurat menurutku bukanlah tuntutan, kewajiban, atau pilihan berhijab adalah hak kita, karena dengan hak itu kita terjaga dari mata syaitan, fitnah syitan, dan godaan Syitan, selamat mencoba bermartabat dengan tahta hijab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar