Pagi ini tanggal 6 januari 2013, saya membaca
berita di Kompas news yang ditulis oleh Kontributor
Surabaya, Achmad Faizal, Jumat, 4 Januari
2013 , yaitu tentang pelecehan
terhadap perempuan dikira mau dijambret tapi malah dilecehkan, kemungkinan
besar penjahat tersebut bukan melirik harta gadis itu tapi auratnya yang
dipampang, sehingga dengan mudah orang melihatnya bahkan melecehkannya, anggap
saja khusus hari ini saya adalah lelaki yang membela kaum saya, mengapa kita
disalahkan sedangkan tak ada asap jika tak ada api, tak ada pelecehan jika tak
ada aurat yang disajikan. Saya sangat menyayangkan hal ini, meski saya tau
pasti bukan saya yang seharusnya berkata ini karena saya bukan guru, dosen,
alim ulama, tokoh agama, atau mentri pemberdayaan wanita, saya Cuma Mahasiswa
yang baru menginjak semester 4, saya juga bukan pemakai hijab besar dan
golongan dari organisasi dakwah atau pembela Islam, hanya terpanggil hati saya
untuk menulis ini agar saya, kamu, dia dan kita lebih bisa menjaga martabat
dari kaum kita yang subhanallah luar biasa tingginya, jika Agama kita
mengajarkan untuk bermartabat dengan tahta kaun kita sebagai wanita kenapa kita
tak menjaganya?, hijab atau menutup aurat menurutku bukanlah tuntutan,
kewajiban, atau pilihan berhijab adalah hak kita, karena dengan hak itu kita
terjaga dari mata syaitan, fitnah syitan, dan godaan Syitan, selamat mencoba
bermartabat dengan tahta hijab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar