Minggu, 16 Maret 2014

BURUNG GAGAK DAN MEKKY




Pada suatu zaman, di pantai yang indah hiduplah seorang nelayan bersama dengan suaminya, nelayan tersebut setiap hari pekerjaannya mencari ikan di laut, sedangkan istrinyainya bertugas menjual ikan-ikan yang didapat oleh suaminya ke TPI (Tempat pelelangan ikan) yang tidak jauh dari rumah nelayan tersebut. Tidak setiap hari si nelayan mendapatkan ikan yang banyak dan tidak setiap hari pula sang istri nelayan tersebut juga pergi ke pasar untuk menjual ikan, sehingga tidak setiap hari nelayan dan istrinya mendapat uang untuk membeli makan.
Sang nelayan memiki anjing yang cerdas namanya mekky, mekky tidak sama dengan anjing lainnya, mekky tidak makan tulang atau ikan meskipun memiliki majikan nelayan, mekky lebih sering makan nasi saja, ubi saja, atau apa saja yang bisa dimakan olehnya kecuali ikan. Mekky anjing yang baik, tugasnya setiap hari adalah menjaga ikan-ikan nelayan yang dijemur supaya tidak ada yang mencuri, kenapa mekky baik?, karena meski dia disuruh menjaga ikan yang dieringkan dibawah terik matahari dia tidak pernah mengambil ikan-ikan yang ditungguinya meski satu. Bukannya dia tidak mau tapi karena majikannya si nelayan yang miskin, meski pernah pada suatu hari istri si nelayan memberikan ikan namun mekky tetap menolak, maka dari itu mekky disebut anjing yang baik hati.
Suatu hari, ketika mekky sedang menunggui ikan yang sedang dijemur, seekor burung gagak mencuri ikannya, mekky berputar-putar, mengejar burung gagak yang dengan santai membawa ikan. Namun percuma sekali mekky tidak bisa mengejar, dia bahkan tidak bisa terbang seperti burung gagak. Hal tersebut membuat nelayan dan istrinya marah kepadanya.
“kamu ini mekky, kenapa bisa ikannya dicuri burung gagak, memangnya kau tingga kemana ikan-ikan itu, apa jangan-jangan kau sendiri yang mencuri ikannya dan menuduh burubg gagak”
Mendengar si nelayan berkata demikian, mekky sedih bukan kepalang, setiap hari dia selalu dengan baik menjaga ikan-ikan itu, bahkan sampai siang diapun ikut terjemur oleh terik matari sama seperti ikan-ikan yang dia jaga. Namun gagak yang jahat itu membuatnya dimarahi oleh nelayan.
Keesokan harinya, mekky menjaga ikan-ikan dengan tidak hanya duduk dipinggir ikan-ikan itu tapi dia memutari ikan-ikan yang dijemur diatas nampan besar, namun apalah daya burung gagak itu lebih hebat darinya dalam hal pencurian ini, mekky tetap kecolongan, hingga akhirnya tanpa pikir panjang mekky mengejar burung gagak itu, namun sayang sungguh disayang mekky malang sekali. Ketika dia mengejar burung gagak itu dia malah melupakan ikan-ikan yang di jaganya, hingga gagak-gagak yang lain datang menyerbu ikannya, percuma saja mekky mengejar, burung gagak itu terlalu cepat terbangnya dibanding larinya si mekky.
Saat dia kembali, dia melihat tak tersisa satupun ikannya, dia bingung, dan sedih sekali, melihat nampan ikan itu kosong melompong. Dia pasti akan sangat dimarahi oleh nelayan. Dan benar bukan hanya dimarahi, mekky juga membuat nelayan dan istrinya kehabisan bahan makanan, karena ikan-ikan tersebut adalah lauk selama satu minggu karena air laut sedang pasang sehingga sulit sekali mencari ikan. Dan sebagai hukumannya mekky tidak mendapat makan dari nelayan selama seminggu itu juga.
Seminggu berlalu, mekky terlihat kurus dia hanya makan dari sisa-sisa makanan yang ada, itu juga karena istri nelayan yang diam-diam memberinya makan. Saat nelayan itu kembali mendapatkan ikan, dan dia bertugas menjaga ikan-ikan itu. Dia masih belum memiliki cara agar burung gagak tidak lagi mencuri ikannya. Dan benar saja, belum saja dia dapat ide, burung gagak itu kembali datang untuk mencuri ikan si mekky, mekky urung mengejarnya seperti seminggu sebelumnya, namun burung gagak tersebut hanya terbang lalu hinggap di pohon kelapa dekat penampungan warga, jadi mekky menghampirinya, mendongak-dongakkan kepalanya, sambil mengjenggong menyuruh mengembalikan ikannya
“hei burung gagak, kenapa kau mencuri ikan-ikanku”, kata mekky.
Burung gagak yang diajaknya bicara hanya diam saja sambil menggigit ikan yang dicurinya dari mekky. Mekky tetap mengajaknya bicara, namun tetap saja burung gagak itu diam, bagaimanalah dia mau menjawab sedangkan mulutnya tersumpal ikan yang cukup besar, hingga akhirnya ide itu muncul,
Mekky masih berada dibawah pohon tersebut menunggu gagak itu bicara, “hei gagak, aku sungguh kagum dengan kau, kau sangat gagah, sayapmu indah sekali, kau bahkan bisa terbang lebih cepat daripada lariku, kau memang bukan tandinganku”. Mendengar pujian itu si gagak hatinya senang sekali, akan tetapu si mekky berkata kembali,
“tapi sayang sekali, meski kau gagak yang gagah dan memiliki sayap yang indah, kau bisu gagak, tidak bisa bicara”.
Mendengar hal itu, gagak menjadi tidak terima dibilang bisu, karena dia memiliki suara yang keras dan tidak kalah gagahnya dengan tubuhnya saat terbang, gagak itu membuka mulut lebarnya tidak sadar ikan yang dibawanya jatuh kebawah tepat didepan mekky, melihat hal itu mekky tertawa menertawakan gagak yang telah tertipu olehnya. Lalu mekky mengambil ikannya dan membawanya pulang.
TAMAT
Moral of view:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar