Pada
suatu zaman, di pantai yang indah hiduplah seorang nelayan bersama dengan
suaminya, nelayan tersebut setiap hari pekerjaannya mencari ikan di laut,
sedangkan istrinyainya bertugas menjual ikan-ikan yang didapat oleh suaminya ke
TPI (Tempat pelelangan ikan) yang tidak jauh dari rumah nelayan tersebut. Tidak
setiap hari si nelayan mendapatkan ikan yang banyak dan tidak setiap hari pula
sang istri nelayan tersebut juga pergi ke pasar untuk menjual ikan, sehingga
tidak setiap hari nelayan dan istrinya mendapat uang untuk membeli makan.
Sang
nelayan memiki anjing yang cerdas namanya mekky, mekky tidak sama dengan anjing
lainnya, mekky tidak makan tulang atau ikan meskipun memiliki majikan nelayan,
mekky lebih sering makan nasi saja, ubi saja, atau apa saja yang bisa dimakan
olehnya kecuali ikan. Mekky anjing yang baik, tugasnya setiap hari adalah
menjaga ikan-ikan nelayan yang dijemur supaya tidak ada yang mencuri, kenapa
mekky baik?, karena meski dia disuruh menjaga ikan yang dieringkan dibawah
terik matahari dia tidak pernah mengambil ikan-ikan yang ditungguinya meski
satu. Bukannya dia tidak mau tapi karena majikannya si nelayan yang miskin,
meski pernah pada suatu hari istri si nelayan memberikan ikan namun mekky tetap
menolak, maka dari itu mekky disebut anjing yang baik hati.
Suatu
hari, ketika mekky sedang menunggui ikan yang sedang dijemur, seekor burung
gagak mencuri ikannya, mekky berputar-putar, mengejar burung gagak yang dengan
santai membawa ikan. Namun percuma sekali mekky tidak bisa mengejar, dia bahkan
tidak bisa terbang seperti burung gagak. Hal tersebut membuat nelayan dan
istrinya marah kepadanya.
“kamu ini mekky,
kenapa bisa ikannya dicuri burung gagak, memangnya kau tingga kemana ikan-ikan
itu, apa jangan-jangan kau sendiri yang mencuri ikannya dan menuduh burubg
gagak”
Mendengar
si nelayan berkata demikian, mekky sedih bukan kepalang, setiap hari dia selalu
dengan baik menjaga ikan-ikan itu, bahkan sampai siang diapun ikut terjemur
oleh terik matari sama seperti ikan-ikan yang dia jaga. Namun gagak yang jahat
itu membuatnya dimarahi oleh nelayan.
Keesokan
harinya, mekky menjaga ikan-ikan dengan tidak hanya duduk dipinggir ikan-ikan
itu tapi dia memutari ikan-ikan yang dijemur diatas nampan besar, namun apalah
daya burung gagak itu lebih hebat darinya dalam hal pencurian ini, mekky tetap
kecolongan, hingga akhirnya tanpa pikir panjang mekky mengejar burung gagak
itu, namun sayang sungguh disayang mekky malang sekali. Ketika dia mengejar
burung gagak itu dia malah melupakan ikan-ikan yang di jaganya, hingga
gagak-gagak yang lain datang menyerbu ikannya, percuma saja mekky mengejar,
burung gagak itu terlalu cepat terbangnya dibanding larinya si mekky.
Saat
dia kembali, dia melihat tak tersisa satupun ikannya, dia bingung, dan sedih
sekali, melihat nampan ikan itu kosong melompong. Dia pasti akan sangat
dimarahi oleh nelayan. Dan benar bukan hanya dimarahi, mekky juga membuat
nelayan dan istrinya kehabisan bahan makanan, karena ikan-ikan tersebut adalah
lauk selama satu minggu karena air laut sedang pasang sehingga sulit sekali
mencari ikan. Dan sebagai hukumannya mekky tidak mendapat makan dari nelayan
selama seminggu itu juga.
Seminggu
berlalu, mekky terlihat kurus dia hanya makan dari sisa-sisa makanan yang ada,
itu juga karena istri nelayan yang diam-diam memberinya makan. Saat nelayan itu
kembali mendapatkan ikan, dan dia bertugas menjaga ikan-ikan itu. Dia masih
belum memiliki cara agar burung gagak tidak lagi mencuri ikannya. Dan benar
saja, belum saja dia dapat ide, burung gagak itu kembali datang untuk mencuri
ikan si mekky, mekky urung mengejarnya seperti seminggu sebelumnya, namun
burung gagak tersebut hanya terbang lalu hinggap di pohon kelapa dekat
penampungan warga, jadi mekky menghampirinya, mendongak-dongakkan kepalanya,
sambil mengjenggong menyuruh mengembalikan ikannya
“hei burung gagak,
kenapa kau mencuri ikan-ikanku”, kata mekky.
Burung
gagak yang diajaknya bicara hanya diam saja sambil menggigit ikan yang
dicurinya dari mekky. Mekky tetap mengajaknya bicara, namun tetap saja burung
gagak itu diam, bagaimanalah dia mau menjawab sedangkan mulutnya tersumpal ikan
yang cukup besar, hingga akhirnya ide itu muncul,
Mekky
masih berada dibawah pohon tersebut menunggu gagak itu bicara, “hei gagak, aku
sungguh kagum dengan kau, kau sangat gagah, sayapmu indah sekali, kau bahkan
bisa terbang lebih cepat daripada lariku, kau memang bukan tandinganku”.
Mendengar pujian itu si gagak hatinya senang sekali, akan tetapu si mekky
berkata kembali,
“tapi sayang
sekali, meski kau gagak yang gagah dan memiliki sayap yang indah, kau bisu
gagak, tidak bisa bicara”.
Mendengar
hal itu, gagak menjadi tidak terima dibilang bisu, karena dia memiliki suara
yang keras dan tidak kalah gagahnya dengan tubuhnya saat terbang, gagak itu
membuka mulut lebarnya tidak sadar ikan yang dibawanya jatuh kebawah tepat
didepan mekky, melihat hal itu mekky tertawa menertawakan gagak yang telah
tertipu olehnya. Lalu mekky mengambil ikannya dan membawanya pulang.
TAMAT
Moral of view:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar