Minggu, 23 Maret 2014

CAPUNG BIRU



By: Ayu Humairah
Duhai cantik sekali si capung biru, matanya bulat memancarkan cahaya tersendiri, tubuhnya lentik bagai jarum tenun nan anggun ketika berjalan. Berjalan?, ya Tuhan si capung biru yang begitu anggun itu ternyata tak memiliki sepasang sayap, dia hanya memiliki satu sayap indah berwarna biru, dia tak pernah terbang sejak masih bayi capung dia hanya bisa berjalan, berjalan memandang teman-temannya yang sedang asyik terbang dengan sepasang sayap indahnya.
Hingga tumbuh menjadi cabung dewasa ia tetap berjalan, sungguh bukan urusan kita tapi urusan Tuhan kenapa si capung bisa cacat, dan hidup hingga dewasa dengan kekurangannya, dia tak hanya kesulitan mencari makan tapi juga tak punya teman, teman-temannya malas berteman dengan capung biru karena sejak bayi dia tak bisa terbang, malang nian nasib si capung biru, dia bahkan tak pernah melihat keindahahan alam di atas awan, memandang kelokan sungai dengan sayap indahnya. Sejak bayi dia menjadi bayi capung yang malang karena tinggal ditempat yang sama sulit sekali baginya untuk berpindah ketempat yang lebih jauh.
Pada suatu hari, capung biru bertemu dengan seekor kadal dengan badan gempal dan wajah yang menyeramkan, sebentar-sebentar menjulurkan lidahnya seakan-akan sedang kelaparan, si capung biru ketakutan, badanya yang berwarna biru memang mudah sekali ditemukan si pemangsa, sedang si capung biru berusaha menyelamatkan diri meski secepat apapun dia berlari tak terbayangkan betapa cepat sekali si kadal itu menyambar-nyambar tak sulit bagi si kadal untuk berlari lebih cepat, namun dia ingin mempermainkan capung biru terlebih dahulu sebelum menerkamnya.
Sedangkan si capung biru berlari lebih cepat lagi dengan ngos-ngosan, wajahnya pucat berkeringat basah, dan kadal semakin bringas dan tertawa lebar-lebar. Dalam hatinya, si capung biru ketakutan, mencicit kebingungan meminta pertolongan pada siapapun. Baginya meski hidupnya tak pernah beruntung karena selama hidup belum pernah merasakan terbang layaknya capung yang lainnya namun dia msih ingin hidup, capung biru tetap berlari tubuhnya jatuh berdebam, bangun lagi, terjatuh lagi dan berdebam untuk kedua kali, ketiga kali, tertawa si kadal menertawakan si capung biru, namun akhirnya pertolongan itu datang, seekor capung dengan gagah menghadang si kadal, menolong si capung biru yang mulai menyerah.
“Hai siapa kau?, apa kau ingin ku makan juga sama dengan capung biru itu?”, kata kadal.
“hei...kadal bodoh, apa kau tak tau, kami bangsa capung memiliki rasa yang tak enak, badan kami rata-rata kurus tak ada dagingnya.” Kata capung gagah.
Membuat kadal berfikir sejenak, “apa maksudmu?, aku memang kadal yang tak pernah makan capung, tapi menurut teman-temanku bangsa capung enak sekali untuk dimakan.”
“hei... kadal, ternyata kau memang benar-benar bodoh, teman-temanmu tak memakan kami, tapi mereka memakan kembaran kami, tubuhnya lebih gempal dan berdaging, kau akan menyukainya.”
“benarkah?, apa itu?. Kata si kadal penasaran,
“julurkan lidahmu kadal bodoh, maka akan ku berikan makanan yang ku janjikan kepadamu.”
“baiklah kalau begitu.” Kemudian si kadal mulai menjulurkan lidahnya, lalu si capung gagah melempar seekor kumbang ke arah mulut kadal, seketika kadal kesakitan karena di sengat, melhat kadal kesakitan capung gagah mengajak cabung biru pergi, namun alangkah disayang si capung biru tak bisa terbang seperti dirinya. Hingga capung gagah menemaninya berlari disepanjang jalan untuk menyelamatkan diri. Konon katanya, si capung gagah adalah satu-satunya capung yang paling banyak mengelilingi tempat dengan sayapnya, dia juga capung yang gagah nan tampan didunia capung.
Si capung biru sangat indah, meski dia cacat namun dia tetap lebih indah jika dibandingkan capung yang lain, dia juga baik hati. Hingga akhirnya capung gagah jatuh cinta padanya, meski capung gagah telah lama mengelilingi banyak tempat namun dia tak pernah melihat capung cantik yang baik hatinya, lalu mereka menikah, ceritanya tidak selesai sampai disini meski akhirnya mereka hidup bahagia.
Saat si capung biru hamil, dan capung gagah mencari makanan terdegar kabar bahwa capung gagah telah dimangsa oleh kadal yang dulu pernah ditipunya, capung gagah sudah terluka parah saat capung biru datang padanya, capung gagah ditiggal detengah semak-semak hingga akhirnya ditemukan capung biru.
Capung biru sedih sekali melihat capung gagah terluka disepanjang tubuhnya, dia menangisi suaminya yang sudah sekarat.
“capung biru yang cantik, pakailah sayapku untuk terbang, bukankah kau ingin sekali memiliki sayap, dan terbang seperti lainnya.” Kata si capung gagah.
Capung biru masih menangis, memeluk capung gagah dengan satu sayapnya yang indah berkilauan, “aku lebih baik tak memiliki sayap selamanya daripada harus memakai sayapmu”
“ku mohon pakailah capung biru, kau membutuhkannya, suatu hari anak-anak kita akan lahir bagaimana kau akan melindunginya jika kau sendiri tak bisa melindungi dirimu sendiri, ku mohon pakailah capung biru, ku mohon” dan berhenti di kata terakhir capung gagah akhirnya mati dipelukan istrinya.
Capung biru telah memiliki anak yang lucu, dan semua anaknya memiliki sayap termasuk ibunya, capung biru untuk pertama kali dan seterusnya bisa terbang, terbang dengan sayap suaminya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar