by : @ayuhumairah
Pada suatu hari
induk kura-kura sedang hamil tua, dia berlarian berenang secepat mungkin dan
mencari daratan untuk mengeluarkan telur dalam rahimnya, dia bingung sekali
karena tak ada bidan kura-kura di dalam air. Si kura-kura terus berenang sambil
merintih kesakitan seperti ibu-ibu yang hendak melahirkan, kasihan sekali si
induk kura-kura karena dia bertelur tanpa ditemani pasangannya, secepat kilat
dia berlari dan mengaduk aduk pasir sesampainya ditepian pantai, mengeruk eruk pasir
yang akan dibuat tempat melahirkannya, membuat lubang yang dalam untuk calon
bayinya supaya lebih hangat dan tidak ditemukan oleh pemangsa ataupun pemburu
telur kura-kura, si induk kura-kura sangat hati-hati menempelkan pantatnya ke
bantaran pasir mengerung beberapa kali, meringis berulang kali bahkan tangannya
juga sempat mengeruk eruk tanah didepannya untuk menahan rasa sakitnya, malang
sekali si induk kura-kura. Beberapa jam berusaha sendiri dan lagi-lagi tanpa
ditemani bidan kura-kura dia berhasil mengeluarkan puluhan telur dalam
rahimnya. Kura-kura memang binatang yang tegar dan mandiri.
Setelah
meninggalkan telurnya sendiri ditempat yang gelap, si induk mulai bepergian
kembali, mengelilingi samudra nan luasnya tak terkira, apa kalian tau kura-kura
adalah hewan yang tak pernah lelah berenang dia hewan yang paling kuat menempuh
perjalanan jauh tanpa istirahat sekalipun, benar saja dia hewan yang tegar dan
mandiri selain itu dia juga mengajari calon-calon bayinya untuk menjadi mandiri
sepertinya, dia tak menjenguk sekalipun telur yang pernah dia keluarkan dari
rahimnya, dia pergi begitu saja, dia tak khawatir jika suatu hari bertemu
dengan salah satu atau salah banyak anaknya dia tidak akan mengenalinya, itu
tidak benar karena kura-kura memiliki strong feeling dengan kura-kura yang
memiliki hubungan kekerabatan dengannya.
Setelah beberapa
lama akhirnya telur-telur itu mulai menetas, pecah satu demi satu, pecah bagian
atasnya dan nongol kepala-kepala bayi kura-kura yang botak dan mulutnya yang
saling terbuka entah mereka sedang menandakan apa, saling menyapa antara
saudaranya atau malah berkenalan karena bingung belum sempat berkenalan.
Benarkan… bayi kura-kura menjadi tegar setelah dia ditinggalkan oleh induknya,
dia tidak menangis seperti bayi-bayi pada umumnya, meminta diteteki atau
merengek pada induknya, namun setelah menetas satu demi satu mereka tak kunjung
kebingungan akan bagaimana selanjutnya hidupnya, mereka turun dari cangkang
telur menunggu saudaranya yang masih enggan keluar dari cangkang telurnya untuk
kemudian pergi bersama-sama menuju laut nan luas menyusul induknya. Setelah
menetas semua rombongan kura-kura kecil itu benar-benar berlari tanpa perlu
tengkurap dulu, tanpa harus belajar duduk, tanpa harus belajar merangkak dulu,
mereka langsung berlarian menuju samudera bersiap dengan perjalanan yang sama
serunya dengan induknya, meski tubuh kecilnya sering kembali ketepian karena
diterpa ombak mereka tetap kembali berlarian dengan riang sambil menunggu ombak
membawanya. Hebat bukan, kura-kura tak hanya tegar dan mandiri mereka juga tidak
mudah putus asa.
Bayi kura-kura
itu tak menanyakan kemana kedua orang tuanya meski mereka bukan yatim piatu
karena mereka yakin dilahirkan dari orang tua yang baik-baik. Kalian pasti tau,
bahwa kura-kura itu adalah hewan yang sangat setia, dalam hidupnya kura-kura
hanya memiliki satu pasangan saja, ketika kura-kura itu mulai jatuh cinta dan
memutuskan menikah dengan pasangannya, dia hanya akan mencintai pasangannya
tidak bisa mencintai yang lain, meski si betina dibiarkan melahirkan sendiri
berlarian kesakitan sendiri, ditinggal oleh si jantan merantau jauh sekali
namun keduanya tetap yakin akan bertemu lagi diluasnya samudera yang mereka
itari. Meski akhirnya mereka bertemu atau tidak namun bagi si kura-kura betina
“aku akan tetap menunggu meski entah kau kembali atau tidak” ini dikatakan oleh
kura-kura betina untuk kura-kura jantan yang juga memikirkan hal yang sama “aku
akan kembali tidak peduli kau masih menanti atau tidak”, Sungguh luar biasa
bukan, kura-kura tak hanya tegar, mandiri dan tak mudah putus asa, namun
kura-kura juga binatang yang setia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar