Minggu, 04 Mei 2014

KISAH SI KURA-KURA KECIL



by : @ayuhumairah
Pada suatu hari induk kura-kura sedang hamil tua, dia berlarian berenang secepat mungkin dan mencari daratan untuk mengeluarkan telur dalam rahimnya, dia bingung sekali karena tak ada bidan kura-kura di dalam air. Si kura-kura terus berenang sambil merintih kesakitan seperti ibu-ibu yang hendak melahirkan, kasihan sekali si induk kura-kura karena dia bertelur tanpa ditemani pasangannya, secepat kilat dia berlari dan mengaduk aduk pasir sesampainya ditepian pantai, mengeruk eruk pasir yang akan dibuat tempat melahirkannya, membuat lubang yang dalam untuk calon bayinya supaya lebih hangat dan tidak ditemukan oleh pemangsa ataupun pemburu telur kura-kura, si induk kura-kura sangat hati-hati menempelkan pantatnya ke bantaran pasir mengerung beberapa kali, meringis berulang kali bahkan tangannya juga sempat mengeruk eruk tanah didepannya untuk menahan rasa sakitnya, malang sekali si induk kura-kura. Beberapa jam berusaha sendiri dan lagi-lagi tanpa ditemani bidan kura-kura dia berhasil mengeluarkan puluhan telur dalam rahimnya. Kura-kura memang binatang yang tegar dan mandiri.
Setelah meninggalkan telurnya sendiri ditempat yang gelap, si induk mulai bepergian kembali, mengelilingi samudra nan luasnya tak terkira, apa kalian tau kura-kura adalah hewan yang tak pernah lelah berenang dia hewan yang paling kuat menempuh perjalanan jauh tanpa istirahat sekalipun, benar saja dia hewan yang tegar dan mandiri selain itu dia juga mengajari calon-calon bayinya untuk menjadi mandiri sepertinya, dia tak menjenguk sekalipun telur yang pernah dia keluarkan dari rahimnya, dia pergi begitu saja, dia tak khawatir jika suatu hari bertemu dengan salah satu atau salah banyak anaknya dia tidak akan mengenalinya, itu tidak benar karena kura-kura memiliki strong feeling dengan kura-kura yang memiliki hubungan kekerabatan dengannya.
Setelah beberapa lama akhirnya telur-telur itu mulai menetas, pecah satu demi satu, pecah bagian atasnya dan nongol kepala-kepala bayi kura-kura yang botak dan mulutnya yang saling terbuka entah mereka sedang menandakan apa, saling menyapa antara saudaranya atau malah berkenalan karena bingung belum sempat berkenalan. Benarkan… bayi kura-kura menjadi tegar setelah dia ditinggalkan oleh induknya, dia tidak menangis seperti bayi-bayi pada umumnya, meminta diteteki atau merengek pada induknya, namun setelah menetas satu demi satu mereka tak kunjung kebingungan akan bagaimana selanjutnya hidupnya, mereka turun dari cangkang telur menunggu saudaranya yang masih enggan keluar dari cangkang telurnya untuk kemudian pergi bersama-sama menuju laut nan luas menyusul induknya. Setelah menetas semua rombongan kura-kura kecil itu benar-benar berlari tanpa perlu tengkurap dulu, tanpa harus belajar duduk, tanpa harus belajar merangkak dulu, mereka langsung berlarian menuju samudera bersiap dengan perjalanan yang sama serunya dengan induknya, meski tubuh kecilnya sering kembali ketepian karena diterpa ombak mereka tetap kembali berlarian dengan riang sambil menunggu ombak membawanya. Hebat bukan, kura-kura tak hanya tegar dan mandiri mereka juga tidak mudah putus asa.
Bayi kura-kura itu tak menanyakan kemana kedua orang tuanya meski mereka bukan yatim piatu karena mereka yakin dilahirkan dari orang tua yang baik-baik. Kalian pasti tau, bahwa kura-kura itu adalah hewan yang sangat setia, dalam hidupnya kura-kura hanya memiliki satu pasangan saja, ketika kura-kura itu mulai jatuh cinta dan memutuskan menikah dengan pasangannya, dia hanya akan mencintai pasangannya tidak bisa mencintai yang lain, meski si betina dibiarkan melahirkan sendiri berlarian kesakitan sendiri, ditinggal oleh si jantan merantau jauh sekali namun keduanya tetap yakin akan bertemu lagi diluasnya samudera yang mereka itari. Meski akhirnya mereka bertemu atau tidak namun bagi si kura-kura betina “aku akan tetap menunggu meski entah kau kembali atau tidak” ini dikatakan oleh kura-kura betina untuk kura-kura jantan yang juga memikirkan hal yang sama “aku akan kembali tidak peduli kau masih menanti atau tidak”, Sungguh luar biasa bukan, kura-kura tak hanya tegar, mandiri dan tak mudah putus asa, namun kura-kura juga binatang yang setia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar